Halal Bihalal Pemda HSU

[3/9/12] Pada hari Senin, 3 September 2012 bertepatan dengan 16 Syawwal 1433 H, bertempat di Aula Banua kita, Pemda HSU, telah diselenggarakan acara halal bihalal yang dihadiri oleh Bupati HSU, H.M. Aunul Hadi Idham Chalid, Wakil Bupati, H. Syahdillah, S.Sos, M.Si.


Juga hadir Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, di antaranya Kodim 1001, Kepala Pengadilan Agama yang baru, dan seluruh jajaran pejabat struktural dan fungsional serta karyawan dan karyawati Pemda HSU. Dalam sambutan pada acara halal bihalal tersebut, Bupati dan Istri menyampaikan ucapan maaf dan terima kasih serta pamitan kepada seluruh jajaran Pemda, karena jabatan Bupati dan Wakil Bupati akan berakhir pada tanggal 09 Oktober 2012 mendatang.

Selama melaksanakan tugas pemerintahan dan pelayanan publik tentu banyak terdapat berbagai kekurangan dan kekhilafan. Bupati Aunul secara jujur mengakui bahwa beliau bukanlah seorang birokrat, dan wajar saja terdapat banyak kekurangan, namun berjalan dengan selamat. Beliau mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada para pejabat yang telah membantunya selama ini. Apabila terdapat kesuksesan dalam melaksanakan tugas selama ini tentu atas kerja sama yang baik semua pejabat dan karyawan Pemda HSU.

Bupati Aunul selalu anggota Dewan Pembina Ponpes Rakha Amuntai juga mengungkapkan bahwa segala sesuatu itu ada hikmahnya. Mungkin kata beliau, sesuatu yang kita cintai itu ternyata membahayakan bagi kita, dan mungkin pula sesuatu yang kita tidak senangi itu ternyata memberikan manfaat bagi kita.

Beliau mengharapkan semoga Bupati yang baru dapat memimpin HSU dengan lebih baik dari sekarang ini.

Kemudian acara berikutnya, Tausiah yang disampaikan oleh KH. Jailani Abin Dulah, Lc, Ketua Umum MUI HSU/Ketua Harian Dewan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai yang berkaitan dengan halal bihalal.

Pak Kyai menjelaskan halal bihalal adalah suatu bentuk ungkapan tertentu sebagai pengganti dari kata silaturrahim yang telah membudaya di beberapa negara Asia Tenggara, khususnya Indonesia. Jika kita kembali kepada sejarah Islam, sejak zaman Rasulullah SAW, sahabat, para tabi’in, dan tabi’it tabi’in, bahkan hingga saat ini, maka kita tidak akan mendapatkan istilah halal bihalal kecuali silaturrahim.

Istilah halal bihalal berasal dari bahasa Arab yang berarti halal dengan yang halal, atau sama-sama saling menghalalkan, atau diartikan pula dengan saling maaf memaafkan. Bahkan kata Pak Kyai, orang Arab akan terheran-heran tentang acara halal bihalal yang dirayakan oleh masyarakat Indonesia di Saudi Arabia. Setelah mereka mendapat penjelasan, baru mereka memahami tentang maksud dan tujuan acara halal bihalal tersebut. Memang, Pak Kyai ini dan keluarganya lama tinggal di Arab. Katanya, hampir 25 tahun.

Pak Kyai menjelaskan bahwa halal bihalal itu mengandung dua hikmah penting, yaitu: silaturrahim dan saling maaf memaafkan. Bahkan Pak Kyai menyebutkan bahwa yang berkaitan dengan silaturrahim itu tidak kurang
disebutkan di dalam Al-Qur’an sebanyak 19 ayat. Di antaranya, di Surah An-Nisa ayat 1:”... dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu Menjaga dan Mengawasi kamu”.

Berkaitan dengan saling maaf memaafkan, Pak Kyai yang selaku Ketua Umum MUI HSU dan Ketua Harian Dewan Pengurus Yayasan Ponpes Rakha itu, juga menjelaskan tentang memaafkan yang terdapat di dalam Al-Qur’an tidak kurang dari 35 ayat.  Di antaranya, di Surah Al-A’raaf ayat 199:”Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf serta berpalinglah daripada orang-orang yang bodoh”.

Di akhir tausiahnya, Pak Kyai mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Bupati Aunul Hadi dan Wakil Bupati H. Syahdillah atas kinerjanya selama ini dalam rangka memimpin Kabupaten HSU berjalan dengan sukses dan selamat.

Acara ditutup dengan pembacaan do’a yang dipimpin oleh Kepala Pengadilan Agama HSU yang baru.(NJA)