Amuntai, 4 Februari 2024 - Memperoleh kesempatan untuk melanjutkan studi ke luar negeri merupakan suatu prestasi yang membanggakan. Tahun ini, Ponpes Rakha Amuntai dengan bangga mengumumkan bahwa lima dari alumninya telah dipilih untuk melanjutkan pendidikan mereka di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Universitas Al-Azhar, yang terkenal sebagai salah satu institusi pendidikan Islam tertua dan terkemuka di dunia, menjadi destinasi pilihan para santriwati untuk mengejar ilmu agama yang lebih dalam.
Berikut adalah nama-nama santri Ponpes Rakha Amuntai yang akan berangkat ke Mesir:
Muhammad Nabil Mubarak
Nor Afifah
Rabiatul Adawiyati
Siti Maysyarah
Siti Namira Nadia Rahmah
Shafwati
Para santri ini telah melalui proses seleksi ketat sebelum mendapatkan kesempatan langka ini. Kedatangan mereka di Universitas Al-Azhar Kairo diharapkan tidak hanya akan menjadi sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga akan menjadi sumbangan penting dalam penyebaran dan pembangunan ilmu agama Islam di Indonesia.
Para santri ini diharapkan akan menjadi teladan bagi generasi selanjutnya dalam semangat belajar dan pengabdian pada agama Islam. Semoga mereka sukses dalam studi mereka di Universitas Al-Azhar Kairo dan dapat kembali ke tanah air membawa pengetahuan yang berharga untuk kemajuan umat dan bangsa.
Amuntai, 1 Februari 2024 - Tiba saatnya bagi generasi muda yang berkeinginan untuk menuntut ilmu agama Islam secara mendalam untuk bergabung dengan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Ponpes Rakha). Dengan bangga, Ponpes Rakha mengumumkan pembukaan pendaftaran santri dan santriwati baru untuk tahun pelajaran 2024/2025.
Berikut adalah jadwal penting terkait pendaftaran:
Waktu Pendaftaran:
Untuk KB, RA, dan MI: 5 s.d 10 Februari 2024
Untuk MTs dan MA: 5 s.d 10 Februari 2024
Waktu: 08.30 - 12.30 WITA setiap hari
Tempat: Kantor Pusat Ponpes Rakha
Informasi Tes:
Tes akan dilaksanakan pada hari Ahad, 11 Februari 2024.
Pengumuman kelulusan juga akan dilakukan pada hari yang sama.
Daftar ulang dan pendaftaran asrama dapat dilakukan pada tanggal 11 hingga 15 Februari 2024.
Masa Orientasi dan Awal Pembelajaran:
Masa orientasi bagi santri baru akan dilaksanakan dari tanggal 8 hingga 11 Juli 2024.
Awal pembelajaran di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah dimulai pada tanggal 8 Juli 2024.
Catatan Penting: Orang tua atau wali santri wajib hadir pada hari pelaksanaan tes masuk santri untuk mengikuti arahan dari Pimpinan Pondok Pesantren.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi nomor-nomor berikut:
0822 5032 6617
08575462 2826
0821 5195 8378
Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Ponpes Rakha) menyambut dengan hangat para calon santri dan santriwati yang berminat untuk bergabung dalam lingkungan pendidikan yang Islami dan berkualitas. Ayo sambut masa depan yang lebih baik dengan mendalami ajaran agama di Ponpes Rakha!
Tahun 1949 saat KH Idham Chalid (alm) ditawan oleh Belanda di Kandangan Kalimantan Selatan, besok ia akan dikirim ke akhirat. Kawan-kawan di kamar sebelah satu persatu ditembak mati.
Pada malam itu Pak KH. Idham Chalid baca istighfar, berwudhu, sholat isya, sholat hajat hingga 82 rakaat dan ditutup witir 3 rakaat, jadi 85 rakaat. Terus bersholawat dan bermunajat hingga tertidur.
Dalam tidur beliau bermimpi bertemu Rasulullah SAW. Kisah rincinya seperti ini:
“Mari ikut saya”, kata Abdul Manan kakak sepupu KH Idham.
“Kemana kak?
“Bertemu Rasulullah”.
“Ya Allah”
“Mari-mari”. Kami pun berjalan
“Bagaimana pakaian saya. Apa saya sudah cukup begini saja?”
“Tidak apa-apa. Itu bagus, Rasulullah juga tahu kamu sekarang dalam musibah, dalam ujian hidup”.
Lalu saya dibawa ke satu tempat melewati sebuah perguruan. Perguruan itu kelas saya. Kelas itu kosong, hanya ada papan tulis yang bertuliskan pelajaran khot. Tulisan itu berbunyi “Nashrun minallahi wa fathun qarib”. Itu rupanya isyarat dari Tuhan, bahwa kemenangan segera datang.
Kemudian saya terus berjalan sampai ke suatu tempat yang kosong. Saya merasa bahwa itu dalam suatu masjid, tetapi di suatu tanah lapang yang bersih. Terlihat ada dua tiang semacam maisan (batu nisan) di bawah sebuah pohon. Mungkin pohon itu pada waktu Rasulullah hidup masih ada.
“Duduklah disini”, sabda Rasulullah. Maka duduklah kami.
Tiba-tiba keluarlah seberkas cahaya, sesosok manusia yang mukanya bercahaya. Beliau berkain selimut batik. Lalu kata kakak saya, “Assalamu’alaikum ya Rasulallah”. Dijawab, “Wa alaikumussalam”.
“Ayo cium tangannya”, kata Kak Abdul Manan.
Saya mencium tangan beliau. Rasulullah memandang saya.
Kata kakak saya, “Ini adik saya”
“Ya, saya tahu”, kata Rasulullah.
Seingat saya waktu itu saya membaca shalawat, “Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad. Assalamu’alaika ayyuhannabiyyu wa rahmatullah”.
Rasulullah sambil duduk dan berselimut batik menepuk bahu saya sebelah kiri.
Lalu, “Nak, kamu selamat”, ujar Rasul kepada KH Idham Chalid. Idham Chalid terbangun bersyukur dan bertahmid, ia yakin bahwa dirinya akan selamat. Dan Alhamdulillah, besok paginya tidak terjadi apa-apa.
Ditulis oleh Nur Hidayatullah (Alumnus MAK Normal Islam Rakha Amuntai), dikutip dari autobiografi KH Idham Chalid.
Kisah sukses dari kak Wardatun Nadhiroh selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi, hingga bisa berkuliah di salah satu kampus terbaik di Inggris dgn beasiswa.
Serta motivasi dari beliau untuk kita semua tentang pentingnya terus berusaha dan berdoa untuk menggapai kesuksesan, dan tidak mudah menyerah dalam berbagai keadaan.
• ANNAS ROLLI MUCHLISIN,M.A (Alumnus Master University of Toronto, Mahasiswa S2 Hamad bin Khalifa University, Qatar) • DUTA SANTRI 2016. alhamdulillah... Setelah menjalani berbagai macam tes dan tahapan seleksi, akhirnya Santri Rakha menjadi Duta Santri 2016. Dianugerahkan pada Rabu Malam, 26 Oktober 2016 di Yogyakarta. • SANTRI BERPRESTASI KEMENAG RI 2017, Meraih penghargaan sebagai Santri Berprestasi pada malam Apresiasi Pendidikan Islam oleh Direktur PD Pontren Kemenag RI, tadi malam 23 November 2017 di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSB City, Tangerang Selatan. • ANNAS ROLLI MUCHLISIN,M.A peserta aktif konferensi islam internasional, Penulis terbaik antar santri se-Indonesia, salah satu mahasiswa terbaik dan kebanggaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan terpilih sebagai Duta Santri Indonesia. • Duta Santri Indonesia, penulis santri terbaik se-Indonesia, pembicara nasional dan internasional. Penerima beasiswa S2 LPDP di Toronto University. Penulis buku "Santri Hebat Indonesia Bermartabat", terbit tahun 2020.
Amuntai, 11 Januari 2024 - Kementerian Agama melalui Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) telah mengumumkan hasil seleksi Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi untuk tahun 2024. Salah satu guru dari Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, Dr. Muh Haris Zubaidillah, M.Pd., berhasil lulus seleksi bidang layanan Akomodasi.
Dengan pengalaman dan pengetahuannya yang luas, Dr. Muh Haris Zubaidillah telah membuktikan kemampuannya sebagai ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab di STIQ Rakha Amuntai. Kini, dia siap untuk memberikan kontribusi lebih lanjut dalam pelayanan kepada jemaah haji Indonesia di tanah suci Arab Saudi.
Seleksi PPIH Arab Saudi tahun 2024 ini memberikan kesempatan kepada para profesional yang memiliki dedikasi tinggi dalam bidangnya masing-masing. Dr. Muh Haris Zubaidillah telah memenuhi persyaratan yang ditetapkan, termasuk memiliki kemampuan bahasa Arab dan/atau Inggris yang diutamakan.
Pengumuman ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Ponpes Rakha Amuntai serta masyarakat di sekitarnya. Dr. Muh Haris Zubaidillah adalah contoh nyata dari para pendidik yang tidak hanya menekankan pada pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga siap memberikan kontribusi nyata dalam pelayanan kepada umat Islam, khususnya jemaah haji.
Ponpes Rakha Amuntai mengucapkan selamat atas pencapaian yang luar biasa ini kepada Dr. Muh Haris Zubaidillah dan berdoa agar beliau diberikan kekuatan dan kesuksesan dalam menjalankan tugasnya sebagai bagian dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji di Arab Saudi. Semoga kontribusi beliau dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda di Ponpes Rakha Amuntai.
Amuntai, 20 Desember 2023 - Pada tanggal 20 Desember 2023, Pondok Pesantren Rakha Amuntai menjadi saksi sebuah acara penting yang memperdalam pemahaman tentang peradaban Islam di Nusantara. Dalam Halaqah Fikih Peradaban yang berlangsung dari pukul 21.00 hingga 23.00 WITA di Ruang Aula STIQ Rakha Amuntai, berbagai tokoh agama, pendidikan, dan masyarakat berkumpul dengan tujuan mengembangkan pemahaman yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat.
Acara ini dimulai dengan membuka tirai tilawah oleh Mualim Hartani, S.Pd, diikuti oleh sambutan-sambutan dari para tokoh yang hadir. Ketua Yayasan Ponpes Rakha, Mualim KH. Husin Nafarin, Lc, MA, memberikan pandangan tentang urgensi pembangunan peradaban melalui pendidikan agama. Sementara itu, Ka Kanwil Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai kontribusi dalam pengembangan peradaban di wilayah Hulu Sungai Utara.
Dalam sesi pembahasan yang dimoderatori oleh Mualim Dr. Muh. Haris Zubaidillah, S.Q., M.Pd, anggota-anggota yang hadir, termasuk para alim ulama dan mualim dari berbagai pondok pesantren, membahas berbagai aspek penting tentang pembangunan peradaban melalui perspektif Islam.
Narasumber pertama, KH. Akhmad Said Asrori (Katib Aam PBNU Pusat), memaparkan secara mendalam mengenai pondok pesantren sebagai salah satu bentuk pembangunan peradaban. Beliau menggarisbawahi peran ulama dalam mengembangkan peradaban serta memaparkan pengamalan fikih peradaban melalui pondok pesantren di Indonesia.
Mualim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M. AP, Ketua Bidang Pendidikan Ponpes Rakha, memberikan pencerahan mengenai perkembangan pondok pesantren di wilayah HSU dan Kalsel serta menyoroti tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangannya. Sementara itu, Mualim Dr. KH. Rif’an Syafruddin, Lc., M.Ag, Sekretaris Umum Yayasan Ponpes Rakha, menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan pondok pesantren dengan pendekatan moderat dan memperkuat fikih peradaban.
Pencerahan tambahan disampaikan oleh Mualim Drs. H. Barkatullah Amin, M.Pd.I, yang menjelaskan perlunya penafsiran istilah peradaban agar mudah dipahami oleh generasi milenial. Terakhir, Mualim H. Jumarto, S.Ag, M.HI, memberikan komentar mengenai kaitan fikih peradaban dengan zaman digitalisasi, yang diharapkan dapat menghasilkan dampak positif dalam masyarakat.
Acara ini ditutup dengan doa oleh Mualim Dr.H. M. Saberan Afandi, MA, semoga setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan peradaban dan kebahagiaan umat. Seluruh rangkaian acara dicatat sebagai catatan penting dalam upaya pengembangan peradaban melalui pemahaman fikih yang mendalam. Semoga, hasil dari halaqah ini dapat menjadi pijakan untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam membangun peradaban yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.