Koordinasi ini melibatkan seluruh elemen pendidikan di bawah naungan Yayasan PONPES RAKHA. Turut hadir dalam rapat tersebut perwakilan dari Tempat Penitipan Anak RAKHA, RA, MI, MTs NIPA, MTs NIPI, MA NIPA, MA NIPI, serta tingkat pendidikan tinggi yang meliputi STAI RAKHA Amuntai, Mahad Aly RAKHA Amuntai, dan STIQ RAKHA Amuntai.
Dalam forum tersebut, seluruh perwakilan unit yang hadir secara aktif memberikan masukan dan usulan. Berbagai gagasan tersebut kemudian dirapatkan dan dikaji secara mendalam untuk merumuskan langkah paling mumpuni, sehingga proses pembelajaran dipastikan tetap berjalan secara efektif dan efisien.
Dari hasil musyawarah yang matang tersebut, Yayasan PONPES RAKHA menyepakati empat keputusan penting terkait pelaksanaan KBM selama darurat kabut asap:
Pembelajaran Tetap Tatap Muka: Pihak yayasan memutuskan untuk tidak menerapkan sistem pembelajaran daring (online). KBM tetap berjalan seperti biasa secara tatap muka, karena sistem daring dikhawatirkan berjalan kurang efektif bagi para santri.
Penyesuaian Jam Masuk: Jam masuk sekolah diundur menjadi pukul 09.00 WITA. Kebijakan ini diambil dengan pertimbangan bahwa intensitas kabut asap biasanya sudah mulai mereda dan udara relatif lebih bersih menjelang siang.
Kewajiban Memakai Masker: Demi menjaga kesehatan pernapasan, seluruh santri dan santriwati diwajibkan menggunakan masker selama berada di lingkungan sekolah.
Pembelajaran Berbasis Indoor: Seluruh kegiatan belajar mengajar maupun aktivitas santri lainnya difokuskan di dalam ruangan (indoor). Kegiatan di luar ruangan untuk sementara waktu ditiadakan guna meminimalisasi paparan langsung kabut asap.
Dengan diterapkannya aturan ini, pihak yayasan berharap kegiatan pembelajaran dapat tetap berjalan efektif walaupun di tengah kondisi kabut asap yang semakin memburuk. Selain itu, seluruh santri dan santriwati juga diimbau agar selalu memperhatikan dan menjaga kesehatan mereka masing-masing selama beraktivitas.








Categories :
PONPES RAKHA
