Rabu, 27 Desember 2023

Pengalaman Islam Indonesia dalam Membangun Peradaban Nusantara: Halaqah Fikih Peradaban di Pondok Pesantren Rakha Amuntai

 Amuntai, 20 Desember 2023 - Pada tanggal 20 Desember 2023, Pondok Pesantren Rakha Amuntai menjadi saksi sebuah acara penting yang memperdalam pemahaman tentang peradaban Islam di Nusantara. Dalam Halaqah Fikih Peradaban yang berlangsung dari pukul 21.00 hingga 23.00 WITA di Ruang Aula STIQ Rakha Amuntai, berbagai tokoh agama, pendidikan, dan masyarakat berkumpul dengan tujuan mengembangkan pemahaman yang seimbang antara kehidupan dunia dan akhirat.

Acara ini dimulai dengan membuka tirai tilawah oleh Mualim Hartani, S.Pd, diikuti oleh sambutan-sambutan dari para tokoh yang hadir. Ketua Yayasan Ponpes Rakha, Mualim KH. Husin Nafarin, Lc, MA, memberikan pandangan tentang urgensi pembangunan peradaban melalui pendidikan agama. Sementara itu, Ka Kanwil Dr. H. Muhammad Tambrin, M.M.Pd, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan ini sebagai kontribusi dalam pengembangan peradaban di wilayah Hulu Sungai Utara.

Dalam sesi pembahasan yang dimoderatori oleh Mualim Dr. Muh. Haris Zubaidillah, S.Q., M.Pd, anggota-anggota yang hadir, termasuk para alim ulama dan mualim dari berbagai pondok pesantren, membahas berbagai aspek penting tentang pembangunan peradaban melalui perspektif Islam.

Narasumber pertama, KH. Akhmad Said Asrori (Katib Aam PBNU Pusat), memaparkan secara mendalam mengenai pondok pesantren sebagai salah satu bentuk pembangunan peradaban. Beliau menggarisbawahi peran ulama dalam mengembangkan peradaban serta memaparkan pengamalan fikih peradaban melalui pondok pesantren di Indonesia.

Mualim Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M. AP, Ketua Bidang Pendidikan Ponpes Rakha, memberikan pencerahan mengenai perkembangan pondok pesantren di wilayah HSU dan Kalsel serta menyoroti tokoh-tokoh yang berperan dalam perkembangannya. Sementara itu, Mualim Dr. KH. Rif’an Syafruddin, Lc., M.Ag, Sekretaris Umum Yayasan Ponpes Rakha, menegaskan komitmen untuk terus mengembangkan pondok pesantren dengan pendekatan moderat dan memperkuat fikih peradaban.

Pencerahan tambahan disampaikan oleh Mualim Drs. H. Barkatullah Amin, M.Pd.I, yang menjelaskan perlunya penafsiran istilah peradaban agar mudah dipahami oleh generasi milenial. Terakhir, Mualim H. Jumarto, S.Ag, M.HI, memberikan komentar mengenai kaitan fikih peradaban dengan zaman digitalisasi, yang diharapkan dapat menghasilkan dampak positif dalam masyarakat.

Acara ini ditutup dengan doa oleh Mualim Dr.H. M. Saberan Afandi, MA, semoga setiap upaya yang dilakukan dapat memberikan manfaat besar bagi kemajuan peradaban dan kebahagiaan umat. Seluruh rangkaian acara dicatat sebagai catatan penting dalam upaya pengembangan peradaban melalui pemahaman fikih yang mendalam. Semoga, hasil dari halaqah ini dapat menjadi pijakan untuk lebih mendalami dan mengaplikasikan nilai-nilai Islam dalam membangun peradaban yang berkualitas dan berkelanjutan di Indonesia.







Rabu, 29 November 2023

Dosen STIQ Rakha Amuntai Raih Gelar Doktor Terbaik di Wisuda Pascasarjana ke-48 Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Pada Hari Sabtu, tanggal 25 November 2023, gedung Serba Guna Kampus 2 Banjarbaru menjadi saksi sebuah momen bersejarah. Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin menggelar upacara wisuda Sarjana ke-78 dan Pascasarjana ke-48. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Muh. Haris Zubaidillah, SQ., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) STIQ Rakha Amuntai, mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih gelar Wisudawan Terbaik pada Pascasarjana Doktor ke-48.

Keberhasilan ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja keras Dr. Muh. Haris Zubaidillah dalam mengejar ilmu. Dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sebesar 3,71, Dr. Muh. Haris Zubaidillah membuktikan bahwa kecerdasan dan ketekunannya layak diakui di tingkat nasional.

Upacara wisuda yang dimulai pukul 14.00 ini menjadi momentum penting bagi Dr. Muh. Haris Zubaidillah untuk menegaskan perjalanan panjangnya dalam meniti tangga pendidikan tinggi. Kebahagiaan dan rasa bangga terpancar jelas dari wajahnya saat menerima gelar doktor sebagai penghargaan atas perjuangan keras dan komitmen untuk mengembangkan ilmu pengetahuan.

Informasi tersebut juga dikutip dari laman resmi UIN Antasari Banjarmasin, di mana pada acara Wisuda ke-78 semester Ganjil 2023/2024, lulusan terbaik program doktor dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, yaitu Dr. Muh. Haris Zubaidillah, mencapai predikat Sangat Memuaskan dengan IPK 3,71. Disertasinya berjudul "Model Pendidikan Adversity Intelligence Berbasis Kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur’an."

Prestasi Dr. Muh. Haris Zubaidillah sebagai Wisudawan Terbaik pada Pascasarjana ke-48 Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin menegaskan kualitas pendidikan yang diberikan oleh STIQ Rakha Amuntai serta keunggulan akademik dan intelektual yang dimiliki oleh para dosen di lembaga tersebut. Prestasi ini juga menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan dosen lainnya untuk terus mengukir prestasi dan berkontribusi dalam dunia pendidikan.

sumber: https://pasca.uin-antasari.ac.id/2023/11/wisudawan-78-terbaik-pascasarjana/ 









Sabtu, 18 November 2023

Dosen STIQ Rakha Amuntai Raih Gelar Wisudawan Terbaik di Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang

Pada pagi yang cerah di Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang, suasana kegembiraan tak terbendung. Hari Sabtu, tanggal 18 November 2023, menjadi tonggak bersejarah bagi Dony Ahmad Ramadhani, S.Pd.I., M.Pd.I. MM, seorang lulusan terbaik Program Pascasarjana Magister Manajemen.

Sebagai Ketua Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir di STIQ Rakha Amuntai, perjalanan akademis Dony telah mencapai puncaknya. Dengan tekad yang bulat, dedikasi yang tinggi, dan semangat yang menggebu, Dony berhasil meraih gelar Wisudawan Terbaik. Prestasi gemilangnya tidak hanya sekadar lulus, tetapi melalui perjalanan ilmiah yang dipenuhi dengan tantangan dan pengorbanan.

Dengan IPK mencengangkan mencapai 3,93, Dony menggambarkan ketekunan dan ketekunannya selama masa studi. Prestasinya yang luar biasa menjadi sumber inspirasi bagi rekan-rekan sesama mahasiswa dan memberikan kebanggaan bagi keluarga serta dosen pembimbingnya.

Pukul 08.00, upacara wisuda dimulai, memenuhi ruang auditorium dengan aura kebanggaan. Dengan langkah mantap, Dony Ahmad Ramadhani, S.Pd.I., M.Pd.I. MM, maju menuju panggung, wajahnya berseri-seri penuh kebanggaan. Tepuk tangan meriah dari tamu undangan, dosen, dan teman-teman sejawat mengiringi langkahnya sebagai penghormatan atas prestasinya yang luar biasa.

Sebagai Wisudawan Terbaik, Dony menerima piagam penghargaan dari Rektor Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang. Di atas panggung, ia memberikan pidato singkat, mengungkapkan rasa syukur, dan memberikan penghargaan kepada keluarga, dosen, dan teman-temannya yang selalu mendukungnya.

Puncak acara adalah momen ketika Dony dan rekan-rekannya mengenakan toga dan berfoto bersama. Kamera mengabadikan momen berharga ini, di mana setiap wajah dipenuhi dengan haru dan kebahagiaan. Mereka membawa pulang bukan hanya gelar akademis, tetapi juga kenangan indah dan pengalaman berharga selama berkuliah.

Wisuda Dony Ahmad Ramadhani, S.Pd.I., M.Pd.I. MM, di Institut Teknologi & Bisnis Asia Malang menjadi saksi bisu perjuangannya dan menjadi motivasi bagi generasi berikutnya. Momen ini tak hanya merayakan akhir perjalanan sarjana, tetapi juga menjadi awal dari babak baru dalam hidupnya, di mana ilmu yang dimilikinya akan menjadi pilar untuk membawa perubahan positif dalam karier dan kehidupannya.


Rabu, 30 Agustus 2023

Rintik Toleransi di Desa Sungai Gula

Di sebuah desa kecil yang dikenal sebagai Desa Sungai Gula, berbagai warna dan nuansa agama saling bersatu dalam harmoni. Desa ini terletak di sebuah lembah yang hijau, dikelilingi oleh perbukitan yang memancarkan kedamaian. Meskipun penduduknya berasal dari berbagai latar belakang agama, mereka telah menjalin ikatan yang kuat berkat sikap toleransi yang mendalam.

Di Desa Sungai Gula, terdapat empat bangunan suci yang berjejer rapi: sebuah gereja dengan salib yang menjulang tinggi, sebuah masjid dengan menara yang elegan, sebuah kuil dengan ornamen indah, dan sebuah vihara yang dikelilingi oleh taman yang tenang. Setiap hari, penduduk desa saling mengunjungi tempat ibadah satu sama lain, bukan hanya untuk mengamati, tetapi juga untuk berpartisipasi dalam perayaan keagamaan.

Kisah kita berfokus pada dua tokoh utama: Rania dan Dian. Rania adalah seorang gadis muda yang beragama Islam, sementara Dian adalah seorang pemuda yang menganut agama Kristen. Meskipun memiliki latar belakang agama yang berbeda, persahabatan mereka telah terjalin sejak masa kecil.

Rania dan Dian adalah contoh hidup toleransi di Desa Sungai Gula. Mereka selalu berbagi cerita tentang perayaan agama mereka dan bahkan sering kali membantu satu sama lain dalam menyiapkan acara-acara tersebut. Pada suatu hari, ketika Rania dan Dian sedang duduk di bawah pohon rindang di pinggir desa, mereka berbicara tentang betapa pentingnya toleransi dalam masyarakat mereka.

Rania, kata Dian sambil merenung, aku merasa begitu bersyukur bisa tumbuh di Desa Sungai Gula. Aku belajar begitu banyak tentang agama-agama lain, dan ini membuatku lebih menghargai perbedaan dan persamaan di antara kita.

Rania mengangguk setuju. Benar, Dian. Kita semua adalah bagian dari keluarga besar yang beragam. Ketika kita saling memahami dan menghormati, dunia terasa lebih damai.

Namun, tak lama kemudian, kabar buruk datang. Suatu hari, sebuah insiden terjadi di desa tetangga yang melibatkan konflik agama. Berita itu mengingatkan mereka akan pentingnya menjaga kerukunan di Desa Sungai Gula.

 

Rania dan Dian memutuskan untuk mengadakan pertemuan dengan para pemimpin agama di desa mereka. Mereka berbagi ide tentang mengadakan program-program yang lebih intens untuk saling mengenal agama satu sama lain. Dalam waktu singkat, mereka berhasil merencanakan serangkaian kegiatan seperti diskusi agama, lokakarya seni bersama, dan pesta makanan khas dari setiap agama.

Desa Sungai Gula menjadi semakin hidup dengan kegiatan-kegiatan ini. Para penduduk desa terlibat dengan antusias, dan ikatan toleransi semakin kuat. Rania dan Dian merasa bangga melihat betapa efektifnya pendekatan mereka dalam memperkuat harmoni di desa.

Pada suatu hari, saat matahari terbenam di balik perbukitan, Rania dan Dian duduk di atas bukit kecil yang menghadap desa mereka. Mereka melihat cahaya dari bangunan-bangunan suci bersinar, menciptakan panorama yang memukau.

Rania, apakah kamu pernah berpikir betapa beruntungnya kita? tanya Dian.

Rania tersenyum. Tentu saja, Dian. Kita hidup di dunia di mana warna agama saling berpadu menjadi lukisan indah. Kita adalah bukti hidup bahwa toleransi adalah kunci untuk mewujudkan kehidupan yang damai.

Kisah Desa Sungai Gula mengingatkan kita akan pentingnya toleransi dalam menjaga kerukunan di tengah perbedaan agama. Melalui pemahaman, penghargaan, dan usaha bersama, masyarakat bisa mengatasi konflik dan membangun dunia yang lebih harmonis.

Nama               : Rahmad Hulbat

Angkatan        : I

Kelompok       : IV

Asal Instansi   : STAI Al Washliyah Barabai

Rabu, 16 Agustus 2023

Peringatan HUT RI 78 di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai: Konsistensi dan Pengabdian untuk Kemerdekaan

Halaman Utama Ponpes Rakha  Amuntai di depan kampus STIQ Rakha dipenuhi semarak dan khidmat saat gelaran Upacara Peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-78 di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 5.000 orang keluarga besar Ponpes Rakha Amuntai, termasuk Ketua Umum Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, K.H. Husin Nafarin, Lc., MA, para pengurus yayasan, para dosen, dewan guru, mahasiswa dari STAI Rakha, STIQ Rakha, Ma’had Aly Rakha, serta santriawan dan santriawi mulai dari MI Rakha, MTs NIPA Rakha, MTs NIPI Rakha, MA NIPA Rakha dan MA NIPI Rakha Amuntai.

Pukul 08.00 WITA, suasana semakin hening ketika komandan upacara yang dipimpin oleh Santri MA NIPA Rakha Amuntai memasuki area upacara. Pasukan PASKIBRAKA dari MA NIPA dan MTs NIPA dengan gagah berani melaksanakan tugas mulia dalam pengebaran bendera merah-putih. Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bergema melalui paduan suara MA NIPI dan MTs NIPI Amuntai yang menggetarkan hati semua yang hadir.

Saat tibanya puncak acara, Sekretaris Umum Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, Dr. H. Rif’an Syafrudin, Lc., M.Ag, dengan khidmat membacakan teks proklamasi yang mengingatkan semua hadirin akan pentingnya nilai-nilai kemerdekaan dan perjuangan bangsa. Tidak kalah penting, perwakilan dari ustzah MTs NIPI Rakha Amuntai yang ditunjuk melantunkan pasal-pasal dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia.

Tidak hanya itu, amanat dari Pembina Upacara, Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, menggugah semangat semua yang hadir. Beliau mengingatkan bahwa Ponpes Rakha Amuntai telah berusia lebih dari satu abad dan selalu teguh menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kegigihan dalam melaksanakan upacara HUT RI setiap tahun menjadi bukti komitmen pesantren ini dalam memelihara semangat kebangsaan.

Sebagai momentum yang sangat berarti dan patut menjadi teladan bagi kita semua, Dr. Hasib Salim memberi penekanan tentang dedikasi seorang santri dan tokoh dari pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, yaitu Almarhum Dr. KH. Idham Chalid, yang menjadi pahlawan nasional. Nama beliau diabadikan dalam tiga bangunan bersejarah, menggambarkan jasa-jasanya yang tak terlupakan. 

Pesan terakhir dari Dr. Hasib Salim, untuk keluarga besar Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai adalah tentang kontribusi nyata kepada masyarakat. Beliau mengharapkan agar kita terus berkarya dan bisa memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat luas.

Upacara tersebut ditutup dengan doa dari Ketua Umum Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, K.H. Husin Nafarin, Lc., MA, untuk kebaikan umat, masyarakat, bangsa dan negara.

Setelah acara selesai, suasana kembali beralih menjadi meriah. Ucapan selamat ulang tahun disampaikan kepada Ketua Bidang Pendidikan Ponpes Rakha Amuntai, Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, dan Bendahara Umum Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, Drs. H. Muhdar, MM. Beliau berdua merayakan hari kelahiran yang bertepatan dengan hari kemerdekaan RI tanggl 17 Agustus.

Tidak ketinggalan, untuk memeriahkan acara para santri dan mahasiswa menyajikan penampilan yang mengesankan. Drama perjuangan dari Santri MA NIPA mengingatkan hadirin akan semangat perjuangan para pahlawan. Lagu releji nasyid dari santri dan santriwati menambah kemeriahan acara, menciptakan momen yang tak terlupakan dalam peringatan HUT Republik Indonesia yang ke-78 ini.

Semangat kemerdekaan dan pengabdian terus menggelora di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, mewarisi nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan para pendahulu. Upacara peringatan ini menjadi bukti konkret bahwa semangat kebangsaan dan pengabdian kepada tanah air terus berkobar di setiap lapisan masyarakat.

Amuntai, 17 Agustus 2023

Ahmad Khalidi

(Dosen STIQ Rakha, Guru MTs NIPA Rakha Amuntai)

Jumat, 11 Agustus 2023

Santri MA NIPA Rakha Lulus Seleksi PBSB 2023

 


Rabu, 09 Agustus 2023

Meraih Mimpi di Bumi Mesir: Selamat Kepada Santri dan Santriwati Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah yang Melanjutkan Studi di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir



Selamat Santri dan Santriwati dari Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah yang Lulus Seleksi melanjutkan studi di timur tengah,  kuliah di universitas Al Azhar Kairo Mesir  sebanyak 6 orang  Tahun 2023 : 


1. Nor Afifah

2. Siti Maysyarah

3. Shafwati

4. Rabiatul Adawiyati

5. Siti Namira Nadia Rahman

6. Ahmad Nabil Mubarak


Bittawfieq wan najah.

Fii Amaanillah...


Semoga Sukses, dikaruniai Allah kemudahan, kesehatan,   mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan selalu dalam lindungan Allah.


Amiin Ya Rabbal Alamin

Senin, 07 Agustus 2023

Menjadi Pribadi Muslim yang Bermanfaat

Pada suatu hari, sepeninggal Rasulullah Saw, Sahabat Abu Hurairah r.a. sedang beri'tikaf di dalam Masjid Nabawi di kota Madinah Al Munawwarah. Beliau tertarik ketika mengetahui ada seseorang di masjid tersebut yang sedang bersedih di pojok masjid. Abu Hurairah pun menghampirinya, menanyakan kepada orang tersebut ada apa gerangan sehingga ia tampak bersedih. Setelah beliau mendengarkan keluh kesahnya dan mengetahui masalah yang menimpa orang itu, Abu Hurairah pun segera menawarkan bantuan.

"Mari keluar bersamaku, wahai saudara. Aku akan membantu memenuhi keperluanmu," ajak Abu Hurairah.

"Apakah kau akan meninggalkan i'tikaf demi menolongku?" tanya orang tersebut terkejut.

Abu Hurairah menjawab, "Ya. Sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah Saw bersabda, 'Sungguh berjalannya seseorang di antara kamu untuk memenuhi kebutuhan saudaranya, lebih baik baginya daripada i'tikaf di masjidku ini selama sebulan' (H.R Tabrani)."

Sebagaimana Abu Hurairah, seorang Muslim seharusnya memiliki keterpanggilan untuk menolong saudaranya, memiliki jiwa dan semangat berbuat baik kepada sesama, serta memiliki karakter untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi orang lain.

Kebaikan seseorang, salah satu indikatornya adalah sejauh mana dirinya bermanfaat bagi orang lain, keterpanggilan nuraninya untuk berkontribusi menyelesaikan masalah saudaranya. Bahkan manusia terbaik adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain.

Seorang Muslim, setelah ia membingkai kehidupannya dengan misi ibadah kepada Allah Swt., maka orientasi hidup selanjutnya adalah memberikan manfaat kepada orang lain, menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Siapapun Muslim itu, di manapun ia berada, dan apapun profesinya, maka dia harus memiliki tujuan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa seharusnya setiap persendian manusia mengeluarkan sedekah setiap harinya, dan ternyata yang dimaksud dengan sedekah itu adalah kebaikan, utamanya kebaikan dan kemanfaatan dirinya kepada sesama.

Rasulullah SAW bersabda:

"Setiap persendian manusia diwajibkan untuk bersedekah setiap harinya mulai matahari terbit. Berbuat adil antara dua orang adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kendaraannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah. Berkata yang baik adalah sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan shalat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah." (HR. Bukhari)

Seandainya kita ditakdirkan menjadi seorang pedagang atau pebisnis, maka tujuannya bukan hanya sekedar mengambil untung yang sebesar-besarnya. Akan tetapi bagaimanakah agar kita bisa memberikan manfaat kepada orang lain, membantu mereka memperoleh apa yang mereka butuhkan. Dengan demikian, pedagang dan pebisnis Muslim pantang menipu pelanggannya, bahkan ia bisa memberikan yang terbaik kepada mereka.


Selanjutnya, seandainya kita menjadi seorang guru, maka orientasinya bukanlah sekedar mengajar lalu setiap bulan mendapatkan gaji. Akan tetapi bagaimanakah agar kita bisa memberikan manfaat terbaik kepada peserta didik, selalu memikirkan bagaimana cara terbaik dalam melakukan pewarisan ilmu sehingga peserta didik lebih cerdas, lebih kompeten, dan berkarakter.

Kemudian, seandainya kita menjadi seorang petani, maka orientasinya adalah bagaimana agar kita menjadi petani yang baik, berusaha menghasilkan hasil panen yang terbaik agar bisa juga dinikmati oleh orang lain.

Jika kita dianugerahkan oleh Allah menjadi orang yang berilmu, maka berilah manfaat kepada orang lain dengan ilmu yang kita miliki, kita bagikan kepada orang lain, kita ajari, dan berdayakan mereka berupa ilmu pengetahuan, keterampilan hidup, serta keahlian dan profesi.

Jika kita mempunyai banyak harta, maka berilah manfaat kepada orang lain dengan harta yang kita miliki, kita manfaatkan harta yang dianugerahkan Allah untuk membantu sesama, baik berupa zakat, infak, dan sedekah. Sebaliknya, jika kita tidak mempunyai harta yang berlebih, maka memberikan manfaat kepada orang lain dapat kita lakukan dengan waktu dan tenaga.

Kelihatannya, memberikan manfaat kepada orang lain, membantu, dan menolong sesama itu membuat waktu kita tersita, harta kita berkurang, bahkan tenaga serta pikiran kita terporsir. Namun, ketahuilah, sesungguhnya saat kita memberikan manfaat kepada orang lain, pada hakikatnya kita sedang menanam kebaikan untuk diri kita sendiri. Jika kita menolong orang lain, maka Allah akan menolong kita.

Allah SWT berfirman:

"Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri." (QS. 17:7)

Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa membantu keperluan saudaranya, maka Allah membantu keperluannya." (Muttafaq 'alaih)

Akhirnya, marilah kita berusaha untuk menjadi pribadi Muslim yang selalu bisa memberikan manfaat kepada orang lain.

Amuntai, 7 Agustus 2023

Ahmad Khalidi

Kamis, 03 Agustus 2023

Logo Resmi 101 Tahun Ponpes Rakha Amuntai

 

Logo Resmi 101 Tahun Ponpes Rakha Amuntai


101 Tahun Ponpes Rakha Amuntai.
(13 Oktober 1922 - 2023)

Tema : 
"RAKHA Tumbuh Memperkuat Karakter Santri Berkualitas".

Sabtu, 29 Juli 2023

Santriwati MAS NIPI Rakha Terpilih Grand Final pada Madrasah Test Tahun 2023


 Santriwati MAS NIPI Rakha Terpilih Grand Final pada Madrasah Test Tahun 2023

Rabu, 26 Juli 2023

Selamat Lulus Ujian Tesis Dahlina, M.Pd. dan Nikmatun Azimah, M.Pd.

 
Selamat Lulus Ujian Tesis Dahlina, M.Pd. dan Nikmatun Azimah, M.Pd.



Rabu, 19 Juli 2023

Selamat Tahun Baru Islam 1445 H Ponpes Rakha Amuntai 2023

 

Selamat Tahun Baru Islam 1445 H Ponpes Rakha Amuntai 2023

Minggu, 09 Juli 2023

Ponpes Rakha Amuntai Sukses Gelar Apel Pembukaan OSPEN: Memperkenalkan Tradisi dan Nilai-Nilai Pendidikan kepada Santri Baru


Amuntai, 10 Juli 2023 - Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai (Ponpes Rakha Amuntai) menggelar acara tahunan, yaitu Apel Pembukaan Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OSPEN) bagi santri baru Ponpes Rakha Amuntai tahun pelajaran 2023-2024, pada hari Senin tanggal 10 Juli 2023. Acara ini berlangsung di halaman Kantor Pusat Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai.

Dr. H. Abd Hasib Salim, M.AP, selaku Ketua Bidang Pendidikan Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, memimpin acara tersebut sebagai Pembina upacara. Apel pembukaan OSPEN ini dihadiri juga oleh Ketua Umum Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, K.H. Husin Naparin, Lc., MA, beserta Dewan Pengawas, Pengurus Yayasan, Dewan Guru, dan para Karyawan Ponpes Rakha Amuntai.

Hampir 1.000 santri baru dari berbagai tingkatan pendidikan di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai hadir dalam acara ini. Mereka mewakili unit-unit pendidikan seperti MI Rakha Amuntai, MTs NIPA Rakha Amuntai, MTs NIPI Amuntai, MA NIPA Rakha Amuntai, dan MA NIPI Rakha Amuntai.

Panitia penyelenggara acara ini adalah organisasi santri Nahdhatul Muta'alimin / Nahdhatul Muta’alimat (NM), yang terdiri dari perwakilan santri senior baik dari MTs NIPA Rakha Amuntai, MTs NIPI Rakha Amuntai, MA NIPA Rakha Amuntai, dan MA NIPI Rakha Amuntai.

Tujuan dari acara Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OSPEN) ini adalah untuk memperkenalkan kepada santri baru tradisi, nilai-nilai, dan filosofi pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai. Acara ini juga memberikan kesempatan kepada para santri baru untuk berinteraksi dengan lingkungan pondok dan seluruh keluarga besar Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai.

Upacara Apel dimulai dengan pengibaran bendera merah putih oleh regu pasukan Paskibraka MA NIPA Rakha Amuntai, yang diiringi oleh lagu kebangsaan "Indonesia Raya" oleh paduan suara MTs-MA NIPI Rakha Amuntai.

Dr. Hasib Salim selaku pembina upacara dalam sambutannya menyampaikan pidato yang menginspirasi, mengucapkan selamat datang kepada seluruh santri baru Ponpes Rakha Amuntai di abad kedua perjalanan pondok ini. Beliau berpesan kepada seluruh santri agar selalu semangat, penuh bahagia, dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti acara orientasi OSPEN ini.

K.H. Husin Naparin selaku ketua umum Yayasan Ponpes Rakha Amuntai, dalam kesempatan itu juga memberikan nasehat kepada seluruh dewan guru dan santri baru Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai agar selalu bersungguh-sungguh dalam menjalankan tanggung jawabnya masing-masing, dan niatkan seluruh aktivitas kita di pondok ini karena Allah Swt, insya Allah semuanya akan bernilai ibadah.

Di akhir upacara, sebagai tanda simbolis, seluruh kepala madrasah dari masing-masing unit menyematkan tanda peserta OSPEN kepada perwakilan santri baru dari tingkatan masing-masing. Acara ditutup dengan pelepasan balon ke udara, sebagai simbol agar para santri menggantungkan cita-citanya setinggi langit, dan menandai dimulainya OSPEN secara resmi.

Apel Pembukaan Orientasi Pengenalan Pondok Pesantren (OSPEN) di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai berlangsung dengan sukses, memupuk rasa kekeluargaan dan antusiasme di antara santri baru. Selama program OSPEN berlangsung, para santri akan mengikuti berbagai kegiatan untuk meningkatkan pertumbuhan spiritual, intelektual, dan pribadi mereka, di bawah bimbingan dan pengawasan dari panitia dan para mualim-mualim Ponpes Rakha Amuntai.

Amuntai, 10 Juli 2023

Penulis: Ahmad Khalidi

Senin, 19 Juni 2023

Perpisahan Santri MI Normal Islam Rakha Amuntai Tahun 2023

Amuntai,18 Juni 2023 - Suasana haru dan penuh kebersamaan terasa saat Perpisahan MI Normal Islam Rakha Amuntai digelar pada Minggu (18/06). Kegiatan yang dihadiri oleh Kepala Madrasah, Dewan Guru, Orang Tua/Wali Santri, dan Santri tersebut berlangsung di Aula STIQ Rakha Amuntai.

Acara dimulai dengan pembukaan yang dipandu oleh panitia, dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Alquran yang menggetarkan hati para hadirin. Para santri pun turut berbagi sambutan yang dipenuhi rasa haru dan rasa syukur atas perjalanan mereka di MI Normal Islam Rakha Amuntai.

Tidak ketinggalan, wali santri juga menyampaikan pesan dan ungkapan terima kasih kepada para guru dan staf madrasah yang telah mendidik dan membimbing anak-anak mereka dengan penuh kasih sayang selama ini.

Kepala Madrasah juga memberikan sambutannya, mengungkapkan kebanggaan atas prestasi yang telah diraih oleh santri selama masa studi mereka di MI Normal Islam Rakha Amuntai. Beliau juga berpesan agar para santri terus bersemangat dalam mengejar ilmu dan mengamalkan ajaran Islam di kehidupan sehari-hari.

Selain itu, Pimpinan Yayasan dan perwakilan Kementerian Agama Kabupaten HSU juga hadir dalam acara tersebut untuk memberikan motivasi dan apresiasi atas komitmen MI Normal Islam Rakha Amuntai dalam memberikan pendidikan berkualitas kepada santri.

Acara berlangsung dengan penuh khidmat, diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh salah satu ustaz. Santri, wali santri, guru, dan tamu undangan berdoa bersama untuk kesuksesan dan kelancaran perjalanan para santri di masa depan.

Perpisahan MI Normal Islam Rakha Amuntai Tahun 2023 memberikan momen yang tak terlupakan bagi semua pihak yang terlibat. Semua berharap agar kebersamaan dan semangat belajar yang telah terjalin tetap terjaga dan membawa berkah dalam kehidupan masing-masing.



Mengoptimalkan Peran Kita dalam Agama dan Kehidupan Menurut Ajaran Islam

Ajaran Islam yang kita anut adalah fleksibel dan dapat diaplikasikan dalam berbagai aspek kehidupan. Hukum-hukum yang terdapat dalam Islam selalu dapat disesuaikan dengan konteks dan tidak terpaku pada teks. Karena itu, di mana pun dan kapan pun kita berada, asalkan aktivitas dan pekerjaan kita tidak bertentangan dengan ketentuan agama, kita dapat mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah Swt.

Bagi adik-adik yang menjadi santri, siswa, atau pelajar, setelah kewajiban fardhu ain, salah satu amalan yang sangat penting adalah belajar dan mencari sebanyak-banyaknya ilmu.

Bagi bapak-bapak yang memiliki keluarga, istri, dan anak-anak, setelah kewajiban ibadah fardhu, salah satu amalan yang paling utama adalah bekerja untuk mencari nafkah yang halal guna menafkahi keluarga.

Hal yang serupa juga berlaku bagi seorang perempuan yang menjadi istri dan ibu. Setelah menunaikan kewajiban fardhu, salah satu amalan terbaik baginya adalah melayani anggota keluarga, menjaga kehormatan keluarga, dan mendidik anak-anak.

Di mana pun Allah Swt menempatkan kita, itu adalah tempat terbaik bagi kita. Oleh karena itu, kita harus memaksimalkan pekerjaan kita di tempat tersebut.

Jika Allah menakdirkan kita sebagai petani, pedagang, atau karyawan, dan pekerjaan tersebut dapat mencukupi kebutuhan keluarga, maka itulah pekerjaan yang paling sesuai menurut Allah. Kita tidak perlu berangan-angan untuk mencari profesi baru.

Jika kita ditakdirkan menjadi seorang guru, maka janganlah berpikir untuk menjadi dokter. Jika kita adalah seorang dokter, janganlah bermimpi menjadi seorang pengusaha.

Demikian pula dalam beraktivitas, saat kita sedang shalat, janganlah memikirkan keluarga. Dan saat kita bersama keluarga, janganlah memikirkan pekerjaan.

Berikanlah segala sesuatu sesuai dengan tempatnya dan haknya. Itulah yang diajarkan dalam agama Islam kita.

Ajaran Islam sangatlah mudah dan menyenangkan, oleh karena itu, mari kita beragama dan menjalani kehidupan dengan ikhlas dan bahagia.

Terakhir, mari kita memohon dan berdoa agar Allah Swt selalu memberikan petunjuk kepada kita semua agar tetap berada di jalan yang diridai-Nya. Amin."


Amuntai, 16 Juni 2023

Ahmad Khalidi

Penerbit Airlangga dan Ponpes Rakha Amuntai Menggelar Workshop untuk Kurikulum Merdeka

Amuntai, 18 Juni 2023 - Pada hari Minggu, Mas Normal Islam Puteri (MAS NIPI) Rakha Amuntai menggelar sebuah kegiatan workshop yang bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan dewan guru dalam implementasi kurikulum merdeka. Kegiatan ini diselenggarakan di lokasi Ponpes Rakha yang terletak di Amuntai.

Workshop dengan tema "Pembelajaran Modul Ajar dan Modul Projek" tersebut dihadiri oleh seluruh dewan guru MAS NIPI Rakha. Acara ini merupakan inisiatif dari penerbit Airlangga bekerja sama dengan MAS NIPI Rakha sebagai panitia pelaksana.

Pemateri dalam workshop tersebut adalah Drs.H. Munadi Sutera Ali.M.M.Pd dan Indra Wijaya. Pada sesi pertama, Drs.H. Munadi Sutera Ali.M.M.Pd menyajikan materi tentang kurikulum pondok, sedangkan pada sesi berikutnya, Indra Wijaya menyampaikan materi tentang implementasi kurikulum merdeka.

Dalam penyampaian materinya, Drs.H. Munadi Sutera Ali.M.M.Pd menekankan bahwa wawasan dan pengetahuan dewan guru MAS NIPI Rakha sudah cukup memahami tentang implementasi kurikulum merdeka. Hal ini menjadi dasar yang kuat untuk mengoptimalkan pendidikan di MAS NIPI Rakha.

Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan kalam ilahi yang diikuti oleh sambutan dari kepala madrasah. Seluruh peserta workshop terlibat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan kedua pemateri.

Workshop ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada dewan guru tentang kurikulum merdeka, sehingga mereka dapat menerapkannya dengan baik dalam proses pembelajaran di MAS NIPI Rakha. Diharapkan juga bahwa peningkatan pengetahuan dan wawasan dewan guru ini akan berdampak positif terhadap kualitas pendidikan yang diberikan kepada siswa-siswi Ponpes Rakha di masa depan. (Yusran)

Minggu, 18 Juni 2023

PBNU Tunda Konferwil NU Kalsel Ke-9: Upaya Memelihara Marwah NU

Kronologis dan Alasan Penundaan, Menurut Ketua Panitia 

Amuntai - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memutuskan untuk menunda Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama (Konferwil) Kalimantan Selatan ke-IX yang sedianya dilaksanakan di Pondok Pesantren Rasyidiah Khlalidiyah (Ponpes Rakha) Amuntai. Keputusan ini diambil karena terdapat persyaratan yang tidak terpenuhi oleh peserta konferensi. Meski demikian, kegiatan lomba lainnya tetap berjalan hingga penutupan dan pembagian trofi serta piagam penghargaan bagi pemenangnya.

Konferwil tersebut dihadiri oleh Prof Dr KH Mukri dan Wakil Sekjen PBNU Gus Salahuddin pada Jumat (9/6). Namun, sebelum konferensi dibuka, diketahui bahwa ada persyaratan yang tidak terpenuhi oleh peserta, sehingga konferensi harus dihentikan. PBNU memutuskan untuk menunda konferensi ini karena syarat-syarat organisasi tidak terpenuhi.

Ketua Panitia Konferwil PWNU Kalsel
Berry Nahdian Furqo
n

Ketua Panitia Konferwil PWNU Kalsel, Berry Nahdian Furqon, menyatakan bahwa PBNU tegak lurus dengan aturan dalam menunda pemilihan Ketua PWNU Kalsel 2023-2028. Meskipun konferwil ditunda, kegiatan lainnya tetap berjalan dengan aman dan lancar, tanpa adanya keributan. Keputusan PBNU ini diterima oleh semua peserta konferwil.

Ketua PWNU Kalsel, Muallim Dr. H. Abdul Hasib Salim, juga membenarkan penundaan konferwil ini karena persyaratan dokumen yang belum terpenuhi oleh beberapa cabang. Ia menegaskan bahwa penundaan atau pembatalan konferwil merupakan hal biasa yang pernah terjadi di PWNU lainnya. Ia mengimbau semua pihak, khususnya pemilik suara, untuk menerima keputusan yang telah diambil oleh PBNU.

PBNU sendiri menjelaskan bahwa penundaan konferwil ini dilakukan untuk memelihara marwah NU dan menegakan aturan organisasi. Meskipun terjadi penundaan, PWNU Kalsel diberi waktu untuk mengevaluasi pengurus wilayah, panitia, dan pengurus cabang sebelum melanjutkan konferensi.

Aturan Tentang Pemililihan AHWA, Rais dan Ketua


Analisa Faktor Internal dan Eksternal oleh Steering Committee

Dalam pelaksanaan konferwil, menurut analisa dari KH Nasrullah AR, selaku Ketua Steering Committee (SC) Konferwil NU Kalsel IX, terdapat faktor internal dan eksternal yang memengaruhi jalannya acara. Faktor internal meliputi perubahan jadwal konferwil dan persyaratan yang tidak terpenuhi oleh peserta. Sementara itu, faktor eksternal mencakup pengaruh dari pihak luar yang berusaha mengganggu ketertiban konferwil, isu politik uang, dan kepentingan partai politik. PBNU berkomitmen untuk menginvestigasi masalah-masalah ini guna menjaga marwah NU.

Dalam situasi ini, penting bagi semua pihak untuk tidak terbawa emosi dan tetap menjaga sikap dewasa, arif, dan bijaksana. Keputusan PBNU untuk menunda konferwil didasarkan pada alasan yang valid dan merupakan upaya untuk memelihara marwah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang menjunjung tinggi aturan dan prinsip keberagaman.


Sikap Ketua PWNU, Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP

Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP sebagai ketua PWNU yang sedang berjalan, walaupun dengan berat hati, karena kegiatan ini dilaksanakan di Ponpes Rakha Amuntai, tempat beliau mengabdi, beliau tetap menjunjung tinggi sikap patuh dan taat terhadap otoritas keputusan yang dikeluarkan oleh PBNU. Konsep "Sami'na wa Atha'na" menjadi dasar dalam sikapnya, yang secara harfiah berarti "kami mendengar dan kami taat".

Dalam konteks ini, Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP menerima keputusan PBNU dengan tulus dan dengan sikap penuh ketaatan. Ia percaya bahwa PBNU telah mempertimbangkan berbagai aspek dan melakukan penilaian yang matang sebelum mengambil keputusan tersebut. Sebagai seorang santri dan pemimpin NU, ia mengerti pentingnya menjaga keutuhan organisasi dan konsistensi dalam mengikuti aturan dan tata tertib yang telah ditetapkan.

Dalam tradisi NU, sikap Sami'na wa Atha'na adalah wujud dari ketaatan terhadap otoritas tertinggi di NU, yaitu PBNU sebagai badan pengambil keputusan dalam tingkat nasional. Sikap ini mencerminkan rasa hormat dan kesetiaan yang dalam terhadap kepemimpinan NU, serta menghormati proses pengambilan keputusan yang demokratis dalam organisasi.

Dengan sikap Sami'na wa Atha'na, Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP menyampaikan bahwa ia bersedia menjalankan tugasnya sebagai Ketua PWNU Kalimantan Selatan dengan penuh tanggung jawab, terus berusaha untuk memajukan NU, serta melanjutkan visi dan misi organisasi yang telah ditetapkan.

Sikap Sami'na wa Atha'na juga menunjukkan kesadaran Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP akan pentingnya kesatuan dan kebersamaan dalam gerakan NU. Ia menyadari bahwa keputusan PBNU diambil untuk kepentingan bersama dan kebaikan organisasi, serta untuk menjaga stabilitas dan kontinuitas kepemimpinan di tingkat daerah.

Dengan demikian, sikap Sami'na wa Atha'na yang diambil oleh Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP merupakan sikap yang mencerminkan rasa ketaatan, kepatuhan, dan pengabdian kepada NU dan prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi dalam gerakan ini.


Memelihara Marwah NU

PBNU sebagai pengurus pusat NU memiliki tanggung jawab untuk menjaga integritas dan kredibilitas organisasi. Dengan menunda konferensi wilayah yang dihadiri oleh pengurus wilayah NU Kalimantan Selatan, PBNU ingin memastikan bahwa semua persyaratan organisasi terpenuhi sebelum memilih pengurus baru.

Penundaan konferensi bukanlah hal yang jarang terjadi dalam proses organisasi, termasuk di NU. Sebelumnya, PWNU di wilayah lain juga mengalami penundaan atau pembatalan konferensi wilayah karena berbagai faktor. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua proses pemilihan dilakukan secara transparan, adil, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Keputusan PBNU untuk menunda konferwil PWNU Kalsel juga memberikan kesempatan bagi PWNU dan cabang-cabang NU di Kalimantan Selatan untuk mengevaluasi kinerja pengurus wilayah dan cabang. Dalam evaluasi tersebut, akan dilakukan penilaian terhadap pencapaian, keaktifan, dan kepatuhan terhadap aturan organisasi.

Selain itu, dalam pelaksanaan konferwil, PBNU juga mencatat adanya faktor eksternal yang dapat memengaruhi jalannya acara. Faktor-faktor tersebut meliputi upaya pihak luar yang berusaha mengganggu ketertiban konferwil, isu politik uang, dan kepentingan partai politik. Dalam hal ini, PBNU akan melakukan investigasi untuk mengetahui lebih lanjut mengenai faktor-faktor tersebut dan menjaga marwah NU.

Di tengah situasi ini, penting bagi semua pihak terkait untuk tetap menjaga ketenangan dan sikap dewasa. Semua keputusan yang diambil oleh PBNU didasarkan pada pertimbangan yang matang dan kepentingan jangka panjang NU sebagai organisasi keagamaan yang besar dan berpengaruh di Indonesia. Konferensi Wilayah Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan yang ditunda ini menjadi momentum bagi NU untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan demokrasi internal dalam pemilihan pengurus. Dengan menjaga marwah NU, diharapkan organisasi ini dapat terus berperan dalam memajukan umat dan bangsa Indonesia.


Ketua PWNU Kalimantan Saat Ini, Siapa?

Berdasarkan sidang Pleno dan keputusan PBNU pada bulan Mei, jabatan Ketua PWNU Kalimantan Selatan masih dipegang oleh Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP. Keputusan tersebut menegaskan bahwa Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP akan tetap menjabat sebagai Ketua PWNU hingga terselenggaranya konferensi wilayah (konferwil) yang akan datang.

Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP adalah sosok yang diakui kompetensinya dan memiliki kredibilitas dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Ketua PWNU Kalimantan Selatan. Keputusan PBNU untuk mempertahankan posisi beliau sebagai Ketua PWNU menunjukkan kepercayaan dan pengakuan terhadap kinerjanya selama ini.

Dalam konteks penundaan konferwil, jabatan Ketua PWNU tetap dipertahankan dan Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP akan melanjutkan tugasnya sebagai Ketua hingga konferwil dilaksanakan. Hal ini memberikan kestabilan dan kelanjutan kepemimpinan dalam organisasi, sehingga keberlanjutan program dan kegiatan NU di Kalimantan Selatan tetap terjaga.

Dalam waktu yang belum ditentukan untuk konferwil yang akan datang, proses pemilihan pengurus baru PWNU tetap akan dilaksanakan sesuai dengan aturan dan mekanisme yang berlaku. Pada saat itu, para anggota NU di Kalimantan Selatan akan memiliki kesempatan untuk memilih calon Ketua PWNU yang baru sesuai dengan prinsip demokrasi internal organisasi.

Dalam hal ini, PBNU akan memastikan bahwa proses pemilihan dilakukan secara adil, transparan, dan berintegritas. Semua calon akan memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing dan memberikan visi serta komitmen mereka dalam memajukan NU di Kalimantan Selatan.

Dengan demikian, keputusan PBNU untuk mempertahankan Muallim Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP sebagai Ketua PWNU hingga terselenggaranya konferwil adalah langkah yang diambil untuk memastikan kelancaran dan keberlanjutan kepemimpinan dalam NU Kalimantan Selatan, sambil tetap menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan partisipasi anggota.

Oleh: Dr. Muh. Haris Zubaidillah, M.Pd. (Dosen STIQ Rakha Amuntai)


Jumat, 16 Juni 2023

Guru Rakha Sukses Pertahankan Disertasinya dengan Nilai 93,3: Mengungkap Model Pendidikan Adversity Quotient Berdasarkan Kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur'an


Muh. Haris Zubaidillah, Dosen Tetap dan Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di STIQ Rakha Amuntai, berhasil mempertahankan disertasinya dengan judul "Model Pendidikan Adversity Quotient Berbasis Kisah Rasul Ulul Azmi dalam Al-Qur'an" pada Kamis, 15 Juni 2023. Sidang yang dihadiri oleh tujuh orang penguji, termasuk Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA., sebagai Ketua Sidang, berlangsung sukses.

Haris Zubaidillah, yang lahir di Kediri pada tanggal 19 Agustus 1990, telah menunjukkan prestasinya dalam menyelesaikan pendidikan. Ia menempuh pendidikan di SDN Bonemarawa Sulawesi Tengah dan lulus pada tahun 2003. Selanjutnya, ia melanjutkan ke SMP 03 Islam Rowotengah Kecamatan Sumberbaru Kabupaten Jember, Jawa Timur, dan lulus pada tahun 2006. Pada jenjang menengah atas, Haris Zubaidillah menempuh pendidikan di MA Ma'arif NU Kencong Jember, Jawa Timur, dan berhasil lulus pada tahun 2009.

Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana di Program Studi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) di STIQ Rakha Amuntai, Kalimantan Selatan, pada tahun 2013, Haris Zubaidillah terus melanjutkan pendidikannya dengan meraih gelar magister di Pendidikan Agama Islam (PAI) dari UIN Antasari Banjarmasin pada tahun 2017. Tidak berhenti di situ, Haris Zubaidillah kemudian melanjutkan pendidikan doktoral di UIN Antasari Banjarmasin pada tahun 2019 dan berhasil menyelesaikan program doktoralnya pada tahun 2023.

Dalam proses pertahanan disertasinya, Haris Zubaidillah berhasil memberikan penjelasan yang jelas dan terperinci mengenai disertasinya yang berfokus pada pengembangan Model Pendidikan Adversity Quotient. Disertasi tersebut didasarkan pada kisah-kisah inspiratif dari Rasul Ulul Azmi yang terdapat dalam Al-Qur'an. Tujuh orang penguji, termasuk Prof. Dr. H. Mujiburrahman, MA., Dr. H. Hidayat Ma'ruf, M.Pd., Prof. H. Zulfa Jamalie, Ph.D., Dr. H. Fuad Nashori, S.Psi., M.Si., M.Ag., Psikolog., Prof. Dr. H. Mahyuddin Barni, M.Ag, Dr. Hj. Halimatus Sakdiah, M.Si., dan Dr. H. Fahmi Hamdi, Lc., MA., memberikan pertanyaan dan evaluasi yang konstruktif kepada Haris Zubaidillah.

Akhirnya, setelah menjalani proses yang panjang dan penuh dedikasi, Haris Zubaidillah berhasil mempertahankan disertasinya dengan nilai ujian yang sangat memuaskan, yaitu 93,3 atau setara dengan 3,75. Keberhasilan ini tidak hanya mengukuhkan kualitas penelitian Haris Zubaidillah, tetapi juga memberikan kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan dengan fokus pada pengembangan keberanian menghadapi tantangan dalam kehidupan.



Kamis, 08 Juni 2023

Konferwil ke-9 PWNU Kalsel Tahun 2023 Resmi Dibuka di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Amuntai, Jumat, 9 Juni 2023, suasana kebersamaan dan semangat keislaman terasa kental di halaman Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai saat pembukaan Konferwil ke-9 PWNU Kalsel Tahun 2023. Acara yang dihadiri oleh perwakilan PBNU, seluruh pengurus PWNU, PCNU, GP Anshor, Banser, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU di seluruh Kalimantan Selatan, serta santri-santriwati Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah itu berlangsung meriah.



Konferwil dibuka dengan pengumandangan ayat suci al-Qur'an yang menghadirkan kekhusyukan di antara para peserta. Tidak lupa, lagu-lagu kebangsaan seperti "Indonesia Raya" dan "Mars Yalal Wathan" dinyanyikan bersama sebagai bentuk penghormatan kepada tanah air.

Laporan panitia pelaksana disampaikan oleh Berry Nahdian Forqan, yang menjelaskan persiapan dan tujuan dari Konferwil ini. Setelah itu, para peserta disuguhkan dengan tarian Samman yang memukau dan memperlihatkan keindahan budaya Islam.



Sambutan-sambutan penting turut memeriahkan acara tersebut. Ketua PWNU Kalsel, Dr. KH. Abd. Hasib Salim, M.AP, menyampaikan kata pembukaan dan menyampaikan pesan kebersamaan serta pentingnya peran PWNU Kalsel dalam pengembangan agama di Kalimantan Selatan. 

Acara juga dimeriahkan dengan Iftitah Rais Syuriah yang disampaikan oleh KH. Muhammad Ramli, serta sambutan istimewa dari Ketua PBNU yang juga membuka secara resmi acara Konferwil ke-9 PWNU Kalsel Tahun 2023.

Tahlil Jamak dipimpin oleh KH. Abdul Barie untuk mendoakan para pejuang agama yang telah berjuang membangun NU di Kalimantan Selatan. Acara ditutup dengan doa yang dipimpin oleh KH. Muhammad Husin Nafarin, Lc., MA, memohon keberkahan dan kesuksesan bagi semua peserta dan kegiatan Konferwil ini.

Pada sambutannya, Ketua PBNU menyatakan bahwa dalam konteks politik di Indonesia, NU ada dimana-mana tapi tidak ada dimana-mana. Politik NU adalah politik kebangsaan. Nilai wasathiyah dalam NU sangat di junjung tinggi. NU hadir untuk menghargai keragaman pemikiran, profesi dan budaya di masyarakat. Beliau juga bercanda tentang pakaian Tanfidziyah dan Syuriah, dalam candanya beliau mengatakan Kalau di Nasional, Ketua Tanfidziyah itu tidak pakai sarung, tapi pakai celana. Yg pakai sarung itu Rois Syuriah. Kalau ketua Tanfidziyah pakai sarung, maka namanya Ketua Tanfidziyah rasa Rois Syuriah.

Konferwil ke-9 PWNU Kalsel Tahun 2023 di Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk memperkuat kerjasama antarlembaga Islam dalam memperkokoh keimanan dan mengembangkan potensi keagamaan di Kalimantan Selatan. (MHZ) 

Rapat Pemantapan Kurikulum Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Amuntai, Kamis, 8 Juni 2022, Aula STAI RAKHA menjadi saksi penting dalam kegiatan Rapat Pemantapan Kurikulum Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai yang digelar kemarin. Acara yang dihadiri oleh seluruh Kepala Madrasah dan guru di lingkungan Ponpes Rakha bertujuan untuk menyeragamkan dan memperbaharui kurikulum Pondok di lingkungan tersebut.




Dalam rapat yang dipimpin oleh Drs. H. Munadi Sutera Ali, M.M.Pd, Pengawas Madrasah, hadir juga tamu istimewa yaitu Pimpinan Yayasan, Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP., dan Drs. H. Barkatullah Amin, MA. Panitia rapat yang bertanggung jawab atas kelancaran acara ini adalah Pengurus Yayasan Ponpes Rakha. 



Rapat dimulai dengan sambutan dari Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP, selaku pimpinan Yayasan. Ia menyampaikan pentingnya menghasilkan lulusan yang unggul dalam berbagai bidang ilmu, terutama ilmu agama. Kemudian, Drs. H. Munadi Sutera Ali, M.M.Pd memberikan penyampaian materi mengenai penyempurnaan kurikulum Rakha yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan agama di Ponpes Rakha Amuntai.

Setelah penyampaian materi, dilakukan diskusi dan tanya jawab antara peserta rapat untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam. Pada akhir rapat, dilakukan doa bersama sebagai penutup acara.

Hasil rapat menyimpulkan beberapa hal penting. Pertama, kurikulum yang telah disusun resmi dan akan diterapkan selama empat tahun ke depan di semua unit pendidikan di lingkungan Ponpes Rakha. Kedua, kurikulum pondok akan diperkuat dan disempurnakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Ketiga, mata pelajaran tauhid telah mencapai kesepakatan dan siap diterapkan. Namun, terkait mata pelajaran fikih, diperlukan pertemuan khusus antara guru fikih, kamad, dan waka kurikulum untuk menyeragamkan dan membahas karena masih terdapat perbedaan pandangan.

Dengan adanya rapat ini, diharapkan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai dapat menghasilkan lulusan yang unggul dalam bidang ilmu, terutama ilmu agama. (MHZ) 

Sabtu, 03 Juni 2023

Rapat Penetapan Jumlah JTM per Pekan dalam Kurikulum Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai

Pada hari Sabtu, 3 Juni 2023, rapat penting tentang penetapan struktur dan jumlah JTM (Jam Pelajaran) per pekan dalam Kurikulum Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai digelar. Rapat ini diadakan di Kantor Pusat Yayasan Ponpes Rakha (Lantai 1) serta melalui platform Zoom untuk memfasilitasi partisipasi dari jarak jauh. Peserta rapat terdiri dari seluruh dewan guru Ponpes Rakha, sementara panitia rapat dipimpin oleh Pengurus Yayasan.

Pada rapat tersebut, pemateri yang hadir antara lain Pimpinan Yayasan, Drs. H. Barkatullah Amin, MA. selaku Ketua Bidang Sarana Prasarana, Dr. H. Rif'an Syafruddin, M.Ag selaku Sekretaris Umum, dan Pengawas Madrasah, Drs. H. Munadi Sutera Ali., M.M.Pd. Seluruh kepala Madrasah di lingkungan Ponpes Rakha juga ikut memberikan materi terkait topik yang dibahas.

Rapat dimulai dengan pembukaan, diikuti dengan penyampaian materi dari Pengawas Madrasah dan seluruh kepala Madrasah di lingkungan Ponpes Rakha. Diskusi kemudian dilakukan untuk memberikan masukan dan memperoleh pemahaman yang lebih dalam. Pertanyaan dan jawaban serta diskusi lebih lanjut dilakukan untuk mencapai kesimpulan dan kesepakatan yang disepakati bersama.

Hasil rapat menunjukkan bahwa jumlah JTM per pekan dalam Kurikulum Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai disepakati sebanyak 54 JTM, termasuk Upacara Bendera. Keputusan ini diambil setelah melalui diskusi dan pertimbangan matang. Namun, rincian per mata pelajaran, kitab yang digunakan, dan susunan kurikulum akan dibahas pada kesempatan rapat berikutnya.

Perubahan dan penetapan jumlah JTM ini diharapkan dapat memberikan struktur yang jelas dalam pengelolaan waktu dan kegiatan pembelajaran di Pondok. Dengan adanya kesepakatan ini, Ponpes Rakha terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan, serta memberikan pedoman yang efektif bagi dewan guru dalam merancang kegiatan pembelajaran yang bermutu. (MHZ) 





Jumat, 02 Juni 2023

Peringatan Hari Lahir Pancasila di Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai: Membangun Peradaban dengan Gotong Royong

Amuntai, 01 Juni 2023 - Dalam suasana khidmat, Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023. Acara tersebut dihadiri oleh seluruh guru, dosen, pengajar, karyawan, mahasiswa, dan siswa yang berada di lingkungan Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah.

Upacara yang berlangsung di Halaman Depan Pondok Pesantren ini dipimpin oleh Sekretaris Umum Yayasan Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai, Dr. KH. Rif'an Syafruddin, M.Ag, yang bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam kesempatan tersebut, beliau memimpin dengan penuh kebijaksanaan dan mengawali acara dengan tema yang menginspirasi, yaitu "Gotong Royong Membangun Peradaban dan Pertumbuhan Global".

Dalam sambutannya, Dr. KH. Rif'an Syafruddin, M.Ag menyampaikan pesan yang tegas kepada para santri agar mereka menjadi garda terdepan dalam membela negara, bangsa, dan agama. Beliau menggarisbawahi pentingnya semangat gotong royong dalam memajukan peradaban dan mencapai pertumbuhan global yang berkelanjutan.

Para hadirin terpukau dengan kata-kata inspiratif yang disampaikan oleh Inspektur Upacara tersebut. Santri-santri Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah merasa terpanggil untuk mengambil peran aktif dalam memperkuat persatuan dan kesatuan, menjaga keutuhan bangsa, dan mempertahankan nilai-nilai Pancasila yang menjadi dasar negara.

Acara peringatan Hari Lahir Pancasila ini juga diisi dengan berbagai penampilan seni yang memukau, seperti paduan suara, tarian tradisional, dan pementasan teater kecil yang menggambarkan semangat gotong royong dan kerjasama. Semua peserta dengan antusias mengikuti setiap acara yang disajikan, menunjukkan semangat yang tinggi dalam merayakan Hari Lahir Pancasila.

Dalam suasana kebersamaan yang penuh semangat dan kebanggaan, peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 di Ponpes Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai sukses dilaksanakan. Diharapkan, semangat gotong royong dan nilai-nilai Pancasila akan terus tumbuh dan berkembang di kalangan santri dan seluruh masyarakat, sebagai pondasi yang kuat untuk membangun peradaban yang lebih baik dan berkelanjutan di masa depan. (MHZ)



Sabtu, 27 Mei 2023

Ijtihad Pendidikan Abad Kedua: Ponpes Rakha Mengubah Hari Libur Mingguan dari Hari Jum'at Menjadi Hari Minggu

Pada hari Sabtu, 27 Mei 2023, Kantor Pusat Yayasan Ponpes Rakha (Lantai 3) menjadi saksi dari rapat penting yang membahas perubahan hari libur mingguan di Pondok. Rapat tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Pimpinan Yayasan, Pengawas Madrasah, Kepala Madrasah, serta Ketua STAI, STIQ, dan Ma'had Aly. Para peserta rapat terdiri dari seluruh dewan guru PNS dan Non-PNS yang bersertifikasi, sementara panitia rapat dipimpin oleh Pengurus Yayasan.

Rapat ini diselenggarakan untuk mengkaji dan memutuskan perubahan penting terkait hari libur mingguan di Pondok. Sebelumnya, liburan mingguan di Pondok dilaksanakan pada hari Jumat. Dalam rapat ini, Pimpinan Yayasan yang diwakili oleh Dr. H. Abd. Hasib Salim, M.AP. sebagai Ketua Bidang Pendidikan, Drs. H. Barkatullah Amin, MA. sebagai Ketua Bidang Sarana Prasarana, dan Dr. H. Rif'an Syafruddin, M.Ag selaku Sekretaris Umum, turut memberikan pemaparan materi yang relevan. Pengawas Madrasah, Drs. H. Munadi Sutera Ali., M.M.Pd., juga menyampaikan pandangannya terkait perubahan ini.

Hasil rapat menunjukkan kesepakatan bersama bahwa hari Minggu akan ditetapkan sebagai hari libur mingguan Pondok. Keputusan ini merupakan langkah penting yang diambil oleh Ponpes Rakha dalam rangka mengembangkan Pondok secara lebih baik. Selain penetapan hari libur, rapat tersebut juga menandai pembentukan tim perumus kurikulum baru yang terdiri dari seluruh kepala Madrasah di lingkungan Ponpes Rakha dan Wakil Ketua Bidang Akademik dan Kurikulum. 

Perubahan ini mencerminkan semangat ijtihad Pendidikan Ponpes Rakha di Abad Ke-2, di mana mereka berkomitmen untuk terus memperbarui dan meningkatkan kualitas pendidikan yang diselenggarakan. Dengan penetapan hari Minggu sebagai hari libur mingguan, diharapkan para santri dan staf Pondok dapat merasakan manfaat dari kebijakan ini. Melalui langkah-langkah inovatif dan ijtihad yang terus dilakukan, Ponpes Rakha berupaya menjaga keunggulan dalam memberikan pendidikan yang bermutu dan relevan dengan tuntutan zaman. (MHZ)






Selasa, 31 Januari 2023

Sejarah dan Perkembangan Ponpes Rakha

Rasyidiyah Khalidiyah atau disingkat RAKHA adalah sebuah yayasan sekaligus pesantren yang berlokasi di Pakapuran, Amuntai Utara, Hulu Sungai UtaraKalimantan SelatanIndonesia. Terdiri atas Raudatul atfalKelompok bermain, tempat penitipan anak, Madrasah ibtidaiyahMadrasah sanawiah yang terdiri dari Normal Islam Putera dan Normal Islam Puteri, Madrasah aliah yang terdiri atas Normal Islam Putera dan Normal Islam Puteri, Sekolah Tinggi Agama Islam, Sekolah Tinggi Ilmu Qur'an, dan Ma'had Ali.

Sejarah

Awal Mula

Berawal dari sebuah rumah sederhana di Desa Pakapuran, Amuntai Utara, Hulu Sungai Utara, yayasan sekaligus pesantren yang dulu bernama Arabische School ini didirikan pada 13 Oktober 1922 atau 12 Rabi'ul Awwal 1341 H oleh seorang alumnus Universitas Al-Azhar 1912-1922, Tuan Guru Haji Abdurrasyid.[1]

Pada tahun 1884, Tuan Guru Haji Abdurrasyid lahir dari keluarga petani sederhana yang taat beragama, Haji Ramli dan Khadijah. Beliau mempelajari Al-Qur'an dari seorang guru di kampung saat teman-teman beliau bersekolah di Inlandsche School dan khatam pada usia tujuh tahun.[2]

Tuan Guru Haji Abdurrasyid menuntut pelajaran agama Islam di pesantren-pesantren dan rumah-rumah guru agama dari kampung ke kampung dengan izin orang tua. Beliau mengikuti kuliah pada 1912 di Universitas Al-AzharKairo selama sepuluh tahun.[3]

Tuan Guru Haji Abdurrasyid bertindak sebagai pengajar dengan sistem halaqah di rumah sendiri.[Catatan kaki 1][1] Seiring waktu, daya tampung rumah beliau menjadi tidak mungkin lagi karena santri yang berdatangan sangat banyak. Sebuah surau yang berseberangan dengan rumah beliau di tepi Sungai Tabalong menjadi tempat baru dibarengi pergantian sistem penyelenggaraan yang dilengkapi dengan meja, kursi dan papan tulis yang klasikal.[4]

Setelah itu, Tuan Guru Haji Abdurrasyid hanya memberikan nasihat kepada seluruh santri secara umum pada saat tertentu. Sistem estafet atau yang beliau sebut "beranting" digunakan.[Catatan kaki 2][1] Masyarakat menyambut dengan baik sistem pengajaran yang digunakan beliau. Kampung Pakapuran menjadi ramai dan para penuntut ilmu yang datang dari berbagai tempat bahkan sebagian yang jauh sampai memondok di rumah penduduk sekitar surau.[5]

Perkembangan

Arabische School mulai maju pada pertengahan tahun 1931 dan mengeluarkan beberapa lulusan sehingga memerlukan tenaga pengajar berpendidikan tinggi. Kyai Haji Juhri Sulaiman diangkat menjadi guru secara resmi pada 22 Agustus 1931 setelah sejumlah santri meminta beliau hadir. Tuan Guru Haji Abdurrasyid yang akan pergi ke Kandangan, Hulu Sungai Selatan untuk mendirikan perguruan Islam lainnya menyerahkan kepemimpinan kepada beliau.[6]

Dalam masa kepemimpinan Kyai Haji Juhri Sulaiman, Arabische School mengalami kemajuan pesat dimulai dari adanya organisasi dan administrasi perguruan sampai pergantian nama menjadi Al-Madrasatur Rasyidiyah.[7][8] Kepemimpinan beliau berakhir pada tahun 1942[6] dan dilanjutkan oleh Haji Muhammad Arif Lubis.[1][7][8]

Dibawah kepemimpinan Haji Muhammad Arif Lubis, pembaharuan dalam bidang pendidikan diadakan seperti penambahan bidang studi dengan ilmu umum dan memperkenalkan tingkatan pendidikan seperti Madrasah ibtidaiah dan Madrasah sanawiyah juga pengadaan sekolah khusus perempuan di sore hari.[1] Penggantian nama menjadi Ma'had Rasyidiyah dilakukan dengan maksud memperluas dan menserasikan dengan tuntutan zaman.[9] Jepang yang memasuki kota Amuntai pada 8 Desember 1942 merubah situasi dan kondisi. Dibawah kekuasaan Dai Nippon, dilakukan pembubaran partai dan organisasi massa. Nama madrasah pun harus diganti dengan Kai Kjo Gakko (PUEBIKaikyo GakkōJepang快挙学校) ditambah nama tempat pendirian. Kepemimpinan Haji Arif Lubis berakhir pada tahun 1944 dengan bertugasnya beliau ke Alabio untuk memimpin dan mengajar perguruan Islam.[9] Qadi Tuan Guru Muhammad Burhan prihatin dengan keadaan vakum yang sempat menimpa pesantren ini bahkan pemerintah menggunakan sebagian bangunan sebagai lumbung. Beliau mengharapkan kepada Idham Chalid untuk dapat memimpin dan merehabilitasi bangunan tersebut dan diterima dengan penuh keikhlasan.[10] Kyai Haji Idham Chalid kemudian dipilih menjadi pemimpin madrasah tersebut melalui musyawarah yang dipimpin Kyai Haji Juhri Sulaiman.

Dalam masa kepemimpinan Idham Chalid—tepatnya 9 April 1945, sistem dan metode pendidikan, materi kurikulum, struktur organisasi manajemen, dan pola pikir serta kebebasan disusun sesuai dengan kelaziman perguruan Islam. Pola pondok modern dan Arabische School pun diadopsi[11] yang kemudian disesuaikan dengan perpaduan sistem pondok pesantren salafiyah dan khalafiyah sehingga nama madrasah diubah menjadi Normal Islam Amuntai.[12] Setelah Idham Chalid wafat, kepemimpinan dipegang oleh Haji Safriansyah sampai kewafatan beliau. Pada tahun 2014, kepemimpinan sempat dipegang oleh Ir. H. Muhammad Said,[13] dan sekarang dipimpin oleh K.H. Husin Nafarin.[butuh rujukan]

Galeri

Catatan kaki

  1. ^ Halaqah adalah wetonan dimana kyai atau tuan guru membacakan kitab dan santri menyimak dengan duduk di samping. Santri yang sudah mampu dan pandai, disebut sorogan/bandungan menyorong kitab untuk dibacakan kepada kyai.
  2. ^ Kelas tertinggi yang beliau ajari ditugaskan untuk mengajar kelas di bawahnya.

Referensi

  1. Lompat ke:a b c d e H. Syafriansyah (2005). "Sejarah Singkat Pesantren Rasyidiyah Amuntai Kalsel". Mimbar Rasyidiyah Khalidiyah Media Informasi dan Komunikasi01: 12.
  2. ^ 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 23.
  3. ^ 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 23-24.
  4. ^ 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 24.
  5. ^ 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 25.
  6. Lompat ke:a b 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 31.
  7. Lompat ke:a b 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 32.
  8. Lompat ke:a b H. Mohammad Ali dan H. Firdaus, Profil Madrasah Aliyah, The Reformulatioin of Science and Techonology Equity Program Phase Two (Indonesian, English dan Arabic Version), (Departemen Agama RI, 2007), hlm. 149.
  9. Lompat ke:a b 50 Tahun Perguruan Islam Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan 1922-1972, hlm. 33.
  10. ^ Selayang Pandang Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan, hlm. 1-2.
  11. ^ H. Zainal Abidin Atha, Kiprah Bapak KH. Dr. Idham Chalid Dalam Perkembangan Pendidikan Islam dan Pergerakan di Kalimantan Selatan: Pada Seminar “Menelusuri Jejak Kepahlawan dan Perjuangan KH. Dr. Idham Chalid” Amuntai, Tanggal, 25 April 2011, hlm. 3.
  12. ^ Selayang Pandang Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (RAKHA) Amuntai Kalimantan Selatan, hlm. 2.
  13. ^ Pemkab HSU, Biro Humas (12 September 2014). "Ketua Baru Rakha Dilantik"STIQ Amuntai. Diakses tanggal 7 Oktober 2020.
Rasyidiyah Khalidiyah
Lambang RAKHA.png
Alamat



71451
Koordinat2.4099279°S 115.2555036°E
Telepon/Faks.(0527) 61231
Situs webhttps://ponpes-rakha.com
Informasi
JenisPondok pesantren
Nomor Statistik Pondok Pesantren510363080001
Didirikan13 Oktober 1922; 100 tahun lalu
PendiriAbdurrasyid
PimpinanKH. Husin Naparin, Lc. MA.
YayasanRasyidiyah Khalidiyah
Lain-lain
JulukanRAKHA
MarsNasyidah Rasyidiyah "Rakha" (himne)
Mars Rakha (mars)
Moto
Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Rasyidiyah_Khalidiyah